//
arsip

Archive for

lapkeu AKHIR TAON

Adakah Window Dressing Tahun ini?
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Asteria & Ahmad Munjin
Pasar Modal – Selasa, 14 Desember 2010 | 13:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Investor menantikan window dressing yang dapat memicu penguatan saham. Namun, apakah aksi poles laporan keuangan ini masih akan terjadi tahun ini?

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities memperkirakan window dressing pada kinerja emiten tahun ini tidak akan terjadi. Sebab kenaikan indeks saham domestik sudah cukup tinggi. “Kenaikan semua saham RI dibandingkan awal tahun ini sudah signifikan,” ujarnya kepada INILAH.COM, kemarin.

Ia mengakui, pasar masih berharap pada window dressing, namun belum tentu menjadi perhatian investor. Menurutnya, window dressing masih dipertimbangkan efektivitasnya dalam mengangkat harga saham. “Aksi ini memang belum tentu akan terjadi, tapi saya tetap yakin indeks akan mengalami kenaikan di akhir tahun,” ucapnya.

Senada dengan Danny Eugene Kepala Riset Mega Capital Indonesia yang memperkirakan, tahun ini tidak akan ada window dressing signifikan, terutama karena target kenaikan bursa sudah tercapai. “Sejak awal tahun hingga kini (year to date), return sudah di atas 40% lebih, sedangkan IHSG sudah naik hampir 30%,” ujarnya.

Pada pekan ketiga Juli 2010, IHSG menembus level psikologis di 3.000. Namun, indeks harga saham gabungan (IHSG) ini terus berlari kencang dan menciptakan beberapa rekor tertinggi barunya.

Pada Kamis (9/12) lalu saja, IHSG berakhir di level 3.786. Ini berarti, IHSG telah tumbuh lebih dari 786 poin, atau naik 26% sejak menembus level 3.000. Window dressing dipicu usaha dari emiten dan manajer investasi yang ingin mempercantik kinerjanya selama setahun penuh.

Yuganur Wijanarko, senior researcher dari HD Capital mengakui, window dressing telah menjadi mitos bagi pelaku pasar akan terjadi setiap tahun. Ada faktor self-fulfilling prophecy (kebiasaan umum yang selalu dipercaya). Tak mengherankan mengingat IHSG lima tahun terakhir selalu mengalami window dressing atau cenderung naik hingga akhir tahun.

Bahkan saat terjadi krisis global di 2008, IHSG masih mampu mencetak return positif sebesar 7,86% karena window dressing. Namun, Yuga menilai, window dressing akhir tahun ini belum tentu terjadi. “Posisinya saat ini, antara terjadi dan tidak. Saya sendiri memperkirakan hal itu tidak akan terjadi,”katanya.

Menurutnya, dengan kenaikan indeks saham dan beberapa sektor saham yang sudah tinggi, aksi window dressing tidak akan efektif mengangkat harga. “Karena itu, meski ada peluang beberapa emiten di-window dressing, tidak jadi jaminan harganya akan naik di akhir tahun,” paparnya.

Demikian juga Dirut PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga yang menilai, tahun ini emiten-emiten tidak akan melakukan window dressing karena harga sahamnya sudah cukup. “Namun, IHSG masih akan mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Ia mengakui, pelaku asing saat ini memang agak menahan diri untuk aktif bermain di pasar saham maupun uang domestik. Hal ini karena mereka sedang fokus pada kawasan Eropa dan Amerika Serikat. “Amerika Serikat mulai menunjukkan pertumbuhan ekonominya lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Namun, Indonesia masih merupakan tempat investasi yang menarik. Salah satunya karena inflasi 2010 yang masih terjaga dalam kisaran enam persen lebih dan tingkat suku bunga rupiah yang masih tinggi mencapai 6,5% dibanding suku bunga dolar hanya 0,25%. “Berlanjutnya arus modal asing menunjukkan peran investasi asing di dalam negeri masih tetap besar,” katanya.

Daya tarik lain berasal dari pembagian dividen interim perseroan, dipicu kinerja yang cukup baik. Hal ini akan mendorong pelaku pasar membeli saham tersebut.

Isu positif akan mendorong pelaku asing membeli saham-saham unggulan dan murah sehingga memicu indeks BEI terus bergerak naik. “Melihat pergerakan bursa sepanjang tahun ini, IHSG pada akhir 2010 dapat mencapai level 3.800 poin,”pungkas Edwin.

Kondisi bursa yang sudah jenuh beli menjelang tutup tahun ini, rawan koreksi. Apalagi pasar minim sentimen. Di tengah situasi ini, Danny Eugene menyarankan investor mengamankan posisi dulu. Kalau saham yang dimiliki sudah mencapai target, sebaiknya switching ke saham lain yang tahun depan masih prospektif.

Namun, kalau masih mau transaksi, investor disarankan melakukan aksi short term trading. “Pasalnya aksi ini dapat meningkatkan return dan memperkecil risk ratio,” imbuhnya. [mdr]

Iklan

WILSON @trading (2)

ini lanjutan dari posting terdahulu : SIAPA DIRI INVESTOR
apa struktur bisnis anda? WILSON adalah seorang trader mandiri.
berapa jam sehari akan digunakan anda untuk bertrading? jam kerja WILSON dari pukul 0930-1430, jeda, dan 1515-1700. Sabtu cuma tugas penting saja. Akhir minggu adalah waktu rekreasi. Baca buku soal trading, tapi ga maen internetan.
apa gangguan kerja anda sehari-hari dan gimana cara mengatasinya? pekerjaan rumah tangga biasa dikerjakan pada akhir minggu, tapi bisa menjadi gangguan pada hari kerja; karena WILSON bekerja dari rumah maka keluarga dan tetangga bisa membuatnya terlena. Kecuali keadaan darurat, maka WILSON minta agar keluarganya menaati jam kerjanya. Tetangga atawa orang lain akan diberitahukan tentang jam kerja tersebut. Pekerjaan rumah tangga bisa tetap dikerjakan pada waktunya. Pada saat jam kerja juga bisa dikerjakan asal sungguh-sungguh tidak ada kegiatan yang beneran penting di trading.

kejar 1 M (60) H-10

cuma pengen agar laba tetap datang, maka gw mesti trading trus seh 🙂 :
masa beli @325, jual @335, 340; full matched @325
apln beli @400, jual @415; full matched @400
asia beli @81, 82, 83, jual @84, 85, 86; full matched @84, 85, 83, 82
kija beli @124, jual @127, 128, 129
bumi beli @2925, jual @3075

ihsgw stabil = 2843.89 (harga penutupan saham2 gw rerata) … well, gw coba bwat kalkulasi indikator baru, yaitu gain antara AVG semua saham gw dengan harga saham gw RT (saat ini) :… total AVG = 50552.78 … LALU DIBAGI 19 saham, maka rerata AVG gw = 2660.67

… sedangkan rerata harga penutupan saham gw = 2843.89

… maka GAIN pada 19 saham gw secara rerata = (2843.89-2660.67)/2660.67= +6,8%

ihsgw stabil = 2843.89 (harga penutupan saham2 gw rerata)

… well, gw coba bwat kalkulasi indikator baru, yaitu gain  antara AVG semua saham gw dengan harga saham gw RT (saat ini) :

… total AVG = 50552.78 … LALU DIBAGI 19 saham, maka rerata AVG gw = 2660.67

… sedangkan rerata harga penutupan saham gw = 2843.89

… maka GAIN  pada 19 saham gw secara rerata = (2843.89-2660.67)/2843.89 = +6,8%

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya

Statistik Kunjungan

  • 24,824 hits

Posting gw

Kalender Tahun Ini

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori

Klik tertinggi

  • Tidak ada

neh gw ngetwit youw

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.