//
saat ini anda MEMBACA
yang faktual

MENTALITAS penemu (lanjutan)

Nah, bagaimanakah penemuan plester luka ini terjadi? Ternyata, plester luka itu pertama kali diinspirasikan seorang koki wanita yang tidak berpengalaman bernama Earl Dickson.

Karena kurang terampil, ia sering kali memotong jarinya sendiri saat potong sayur. Akhirnya, oleh suaminya Dickson, yang saat itu bekerja di Johnson and Johnson, ia membuatkan semacam penempel yang diberi pembalut yang akan segera bisa dipakai saat istrinya terluka.

Ternyata, upaya menolong istrinya ini menjadi cikal bakal penemuan plester luka yang luar biasa.

Begitu pun, seorang pembuat permen cokelat bernama Clarence Crane, selalu menemukan bahwa cokelatnya selalu lumer pada saat-saat hari yang panas. Pernah suatu kali, saat mengirim cokelatnya, semua cokelatnya lumer di alat angkutan sehingga pelanggannya marah.

Hal paling buruk terjadi pada 1913, ketika para pelanggannya menghentikan pesanan permen cokelatnya sampai masalah lumernya cokelat bisa teratasi. Untuk mengatasi masalah ini, Clarence mulai memeras otak memikirkan apa yang harus diperbuat untuk menyelamatkan bisnisnya.

Akhirnya, Clarence mulai bereksperimen dengan permen yang bisa dibuat lebih keras. Masalah pun muncul, karena yang tersedia saat itu adalah mesin-mesin pembuat obat-obatan.

Dengan cerdik, Clarence membuatkan permen yang lebih keras, yang kecil tetapi plus lubang putih di tengahnya (akibat cetakan mesin obatnya). Akhirnya, inilah cikal bakal permen terkenal luar negeri, permen ini disebut sebagai life savers.

Peristiwa inspiratif

Pembaca, berbagai contoh penemuan di atas adalah kisah penemuan yang berawal dari pengalaman sehari-hari. Berbeda dengan para ahli dan penemu yang berkutat di laboratotium atau lokasi riset yang memang dikhususkan untuk mendesain penemuan, rata-rata mereka menemukannya dalam perisitiwa sehari-hari.

Mereka justru mendapatkan idenya dari pengalaman, dari peristiwa serta masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Namun, justru itulah yang menarik, oleh karena ditemukan dari kehidupan sehari-hari, alat-alat yang mereka temukan pun seperti earmuff, plester luka maupun permen life savers di atas, menjadi barang yang praktis dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari serta praktis.

Termasuk di antaranya pula contoh penemuan praktis yang terkenal yakni penemuan penting yang berasal dari seorang pelukis gagal, yang kemudian menjadi seorang sekretaris.

Semuanya, dimulai dari persoalan yang sepele. Setiap kali salah mengetik, ia selalu merasa kesulitan. Akhirnya, mulailah ia menggunakan kemampuan mengecatnya untuk menutup kesalahan pengetikan di mesin tiknya.

Tidak disangka-sangka bahwa idenya ini kemudian menjadi inspirasi untuk membuat cairan pemutih yang banyak dipakai untuk mengoreksi tulisan. Dialah Bette Graham.

Pada 1980, perusahaan pembuat cairan putih untuk koreksi kesalahan itu akhirnya terjual lebih dari US$47 juta. Angka yang fantastis, untuk sebuah penemuan yang begitu kebetulan.

Melatih mata inspirasi

Masalahnya, dengan mencermati pengalaman para penemu ‘kebetulan’ di atas, bisakah kita pun memiliki pengalaman seperti itu. Menurut Thomas Alva Edison, yang seumur hidupnya pernah mematenkan lebih dari 1.093 jenis paten, ia mengatakan bahwa pada dasarnya hampir setiap orang punya kesempatan untuk sukses sepertinya.

Salah satu problemnya, adalah bagaimana seseorang melihat peristiwa sehari-hari dan menganalisis pengalamannya.

Kebanyakan dari kita saat melihat permasalahan dan problem yang kita hadapi, biasanya adalah mengeluh, menyalahkan ataupun mengkritik. Akibatnya, yang sering kali terjadi, masalah-masalah dari kehidupan kita, justru melemahkan dan tidak menginspirasi.

Kita pun lebih banyak menyalahkan situasi dan melihat persoalan sebagai sebuah kemalangan, bukan sebagai keberuntungan. Saat kita melihat itu sebagai ketidakberuntungan, maka diri kita pun merasa tidak berdaya dengan masalah yang kita hadapi (helpless).

Lebih parahnya lagi, diri kita pun bahkan jadinya tidak tertarik sama sekali untuk melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi (effortless). Akhirnya, peristiwa ataupun masalah yang kita hadapi pun menjadi sesuatu yang tidak memberdayakan, malah cenderung mencelakakan.

Pelajaran penting yang bisa kita dapatkan dari beberapa penemuan di atas adalah ketidakinginan mereka untuk menyerah dengan situasi. Andai kata nenek Chester Greenwood menasihatinya untuk mengurangi niatnya lebih lama ber-ice skating, sementara Dickson menasihati istrinya untuk berhenti jadi koki, mungkin berbagai penemuan-penemuan tersebut tidak akan pernah terjadi.

Belajar dari berbagai pengalaman tersebut, salah satu mental penting untuk memiliki mental penemu adalah melihat masalah, lantas dengan gigih berupaya memikirkan berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Ternyata, dari berbagai alternatif yang dipilih tersebut, beberapa di antaranya berubah menjadi penemuan yang berharga. Dengan demikian, pengalaman penemuan ini memberikan kepada kita pembelajaran agar jangan berpikir untuk mengganti masalah tetapi gantilah solusinya.

Beda justru berguna

Ternyata, banyak penemu yang berlatar belakang berbeda dengan apa yang ditemukannya. Sama seperti cairan putih pengoreksi kesalahan yang ditemukan oleh seorang sekretaris berlatar belakang seniman.

Begitu pun pisau lipat serbaguna yang ditemukan oleh seorang pemancing ataupun sistem telepon langsung yang justru ditemukan oleh seorang penjual peti mati! Berbagai kejadian ini memberi inspirasi bahwa semakin berbeda latar belakang seseorang maka semakin besar peluang untuk menemukan ide-ide kreatif untuk memecahkan sebuah masalah.

Masalah terbesar dengan orang-orang yang terjebak dan ruitinitas dan pekerjaannya sehari-hari dengan ‘nrimo’ dengan apa yang menjadi problem kesehariannya adalah ketumpulan mereka dalam berpikir.

Saat ditanya bagaimana mereka akan memecahkan problemnya, mereka biasanya akan memberikan respons,”Memang udah begini masalahnya. Inilah yang harus kamu terima!”.

Akibatnya mereka pun tidak melihat adanya masalah yang harus dipecahkan. Bayangkanlah kejadiannya mirip seperti kejadian Bette Graham yang mungkin telah dinasihati berkali-kali, “Sebagai sekretaris kamu harus mengetik hati-hati, karena kalau salah maka kamu mesti mengulanginya lagi dari awal”.

Bayangkanlah kalau Graham Bette kemudian menerima kondisi ini sebagai kenyataan yang harus diterima setiap sekretaris, maka dunia tidak akan pernah diuntungkan oleh penemuannya.

Namun, justru karena latar belakangnya sebagai pelukis, memberikannya keuntungan. Akhirnya, kebiasaan mencampur cat pun dipakainya sebagai sebuah ide untuk mengoreksi tulisan yang salah.

Dengan demikian, semoga tulisan kali ini menginspirasi kita untuk belajar melihat peluang ‘penemuan’ baru dari kejadian yang kita alami sehari hari.

Pertama, jangan lagi melihat masalah sebagai sesuatu yang celaka. Kedua, perbesar mata Anda untuk melihat alternatif dan ketiga, justru gunakan ilmu dan pengetahuan yang lain dalam melihat permasalahan yang Anda alami sekarang.

Invention Ideas

http://www.new-inventions-success.com/Invention-Ideas.html

Where can you find invention ideas? There are plenty of opportunities to find new ideas for inventions. You just need to keep your eyes out for them. Here is how!

Problem Solving

Look for problems. A problem is the seed of an invention idea. If you can solve a real world problem, you will likely have an invention. If it is a problem that people with money have, they will give you their money to solve their problem. That is a recipe for success!

Improve An Existing Item Or Product

Make an existing product better, cheaper, stronger, safer, faster, etc. Or you can give it more features? An existing product has the advantage of already having a market. An improved product can make it more profitable and extend its life. Huge companies get new ideas like this all the time. The product that you improve doesn’t even have to be your product. Improving a competitor’s product can add a product to your salable products. Just be careful not to violate their patents.

Find A Better Method

Methods are ways of doing things and they can be new inventions, too. If an improved method can save time, labor and/or money, it can be a boon to your organization and maybe you can license the method to others. This is particularly true if the procedure must be repeated many times.

A Great Example

James Levoy Sorensen was a model inventor. As a pharmaceutical salesman, he would observe physicians struggling to deliver healthcare. He would spend much of his time observing surgeries. He took their problems to heart and turned them into new invention ideas. From that vantage he invented medical devices that revolutionized operating rooms and intensive care units. His inventions included real-time computerized heart monitoring systems, disposable surgical masks, non-invasive intravenous catheters, and blood-recycling and -infusion systems. When he died at age 86, he had received 40 patents and had founded several medical device companies. What an impact he has had in our lives and for those we love.

Summary

If you can develop an inventor’s mentality like James Levoy Sorensen did, the invention ideas will flow. When the new ideas come, you must pursue them to get a patent. Without a patent, you will likely never benefit from your new invention.

Jumat, 06/05/2011 12:49 WIB
Transaksi Investor Saham Pontianak Capai Rp 1 Triliun/Bulan
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Foto: dok.detikFinance

Pontianak – Nilai transaksi pasar saham di kota Pontianak, provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai Rp 1-1,2 triliun per bulan. Namun investor yang masuk industri ini sangatlah minim, atau sekitar 0,135% dari total penduduk Pontianak yang mencapai 2 juta orang.

“Di Pontianak sudah mencapai Rp 1-1,2 triliun per bulan. Banjarmasin saja hanya Rp 200 miliar per bulan,” kata Branch Manager Reliance Securities Pontianak, Heri Halidi saat kunjungan media ke kantornya, Pontianak, Jumat (6/5/2011).

Heri menambahkan, baru 2.700 orang di Pontianak yang terlibat terjun di dunia pasar modal. Tentu ini sangat disayangkan sebab sebagai kota perdagangan, Pontianak memiliki potensi investor cukup besar, atau sekitar 100.000 orang.

Ia menilai lemahnya kesadaran masyarakat di daerah akan saham didasarkan atas pola pikir pekerja pada mayoritas warga. Akibatnya pemahaman akan sumber pencarian nafkah tidak berkembang.

“Kalbar kan terkenal akan industri kayu, hingga ada mindset pola sebagai pekerja. Jika pun ia berinvestasi, cenderung terhadap barang-barang yang nyata. Berkebun yang kelihatan wujudnya,” ucapnya.

Namun secara berangsur-angsur ia percaya pemahaman masyarakat dalam investasi di pasar modal akan terbuka.

“Ada tantangan sangat besar di pasar modal, perlu dukungan dari bursa. Selama ini juga sudah cukup sering melakukan sosialisasi, baik bekerja sama dengan perusahaan efek (PE) atau asosiasi,” tambahnya.

Penambahan investor baru di Pontianak rata-rata hanya 3-4 akun per bulan, dari 16 perusahaan efek yang berpartisipasi. Khusus pada nasabah Reliance hingga kini baru memiliki 67 akun sejak berdirinya kantor cabang Pontianak dua bulan lalu.

Pada umumnya daerah, juga di Pontianak, transaksi saham masih dominan melalui jasa sales. Nilai transaksi melalui sales di Reliance mencapai Rp 2 miliar. Bandingkan melalui fasilitas online trading yang hanya Rp 10 juta.

“Mereka masih nyaman dengan broker, uang tolong belikan saham-saham ini. Pada umumnya mereka orang tua yang tidak terlalu mengikuti teknologi informasi,” tuturnya.

(wep/dnl)

Iklan

About yangvirtualyangnyata

jo adalah anak manusia yang tersesat dalam rimba penuh sesak virtualitas dan kenyataan == saya mencari sang virtual dan sang nyata, masih mencari tru$

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya

Statistik Kunjungan

  • 24,998 hits

Posting gw

Kalender Tahun Ini

April 2011
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kategori

neh gw ngetwit youw

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

%d blogger menyukai ini: