//
ILMU sederhana MAEN SAHAM (2)

inves + trading cara maen saham @ warteg (EXCEL FILE)

 

… KALO BENERAN YANG SEDERHANA: analisis mendalam, inves lalu BOBO … cius : (ini gw sebut sebagai CARA MALAS yang CERDAS BANGET dan EFEKTIF, bukan PERJUDIAN)

Kunci Sukses Bapak Investasi Ternyata Sederhana
Kamis, 28 November 2013 13:10 wibSilvia Ramadhani – Okezone
JAKARTA – Lebih dari 20 tahun bermain di pasar saham, salah satu investor individual terbesar di Indonesia, Lo Kheng Hong, mengungkapkan rahasianya terus mereguk untung di pasar saham. Menurutnya, rahasia sukses terbesarnya adalah membaca. Lo Kheng Hong juga dijuluki bapak investasi, dan dianggap seperti Warrent Buffett versi Indonesia.

“Rahasia sukses investor itu baca, baca lagi, dan berpikirlah. Waren buffet saja mengaku menghabiskan enam jam sehari untuk membaca dan satu sampai dua jam waktunya untuk berpikir,” ujar Lo Kheng Hong pada Seminar Investor Summit and Capital Market Expo 2013 di Hotel Ritz-Carlton, Kamis (28/11/2013).

Lo Kheng Hong menuturkan, seorang investor wajib membaca koran keuangan setiap hari, karena dari koran ini mereka akan tahu bagaimana laporan keuangan terbaru. “Jadi tidak seperti membeli kucing dalam karung,” katanya.

Dia melanjutkan, membaca laporan keuangan sangat berbeda dengan aktivitas menelusuri harga saham melalui software, seperti yang saat ini banyak digunakan para investor modern. “Coba, kalau memang softwarenya maju, ngapain di jual ke yang lain?” tutur dia.

Menurut dia, dengan berinvestasi dia bisa menikmati hidupnya tanpa harus terjebak kemacetan. “Kantor saya di rumah, di taman. Pagi di taman, siang di taman, dan sore di taman,” kata dia.

Selain itu, dia menilai investasi di pasar saham untuk menanamkan modal pada perusahaan yang untungnya besar, sama seperti memiliki mesin pencetak uang. “Yang penting juga, setiap tahun cetaknya makin cepat, makin cepat lagi,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, para investor tidak boleh lelah untuk terus membaca, karena hal inilah yang akan mengantarnya pada kesuksesan. “Orang yang banyak baca, akan banyak tahu, orang banyak tahu akan pintar, orang pintar akan dekat dengan kekayaan,” kata orang yang 100 persen uangnya ada di saham ini. ()

Tidur itu kaya

Oleh Lukas Setia Atmaja – Selasa, 04 Desember 2012 | 19:22 WIB

RETNO, seorang direktur di sebuah perusahaan, pensiun tiga tahun silam. Dua tahun sebelum pensiun, dia telah menyiapkan diri. Dari jerih payahnya bekerja selama 32 tahun, ditambah uang pensiun, Retno memiliki dana yang cukup besar. Retno memutuskan untuk menjadi pengusaha. Tampaknya, ia tergoda untuk mencoba “naik kelas”, dari karyawan menjadi pengusaha, meski agak terlambat.

Retno tertarik dan akhirnya memilih berbisnis bakery. Ia sudah mempelajari seluk-beluk bisnis ini dan membuat rencana bisnis. Ia menyewa ruko di daerah perumahan yang baru berkembang, membeli mesin, merekrut baker dan karyawan. Juni 2010 bisnis bakery-nya mulai beroperasi.

Beberapa bulan pertama bisnisnya masih sepi pembeli. Ia berusaha menerapkan berbagai strategi pemasaran berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya. Namun bisnisnya semakin sepi dan kerugian menumpuk. Alih-alih membuka puluhan cabang dan menjual waralaba seperti yang diimpikan, setelah 2,5 tahun, Retno akhirnya menutup bisnisnya.

Ironisnya, saat Retno memulai bisnisnya, PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk (ROTI) sedang melakukan proses initial public offering (IPO).  Perusahaan yang sudah berpengalaman lama di bisnis roti ini menawarkan saham barunya seharga Rp 1.275 per saham. Retno sebenarnya bisa memiliki perusahaan roti tanpa harus bersusah payah. Ia cukup membeli saham ROTI saat IPO, atau setelah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ROTI terbukti perusahaan roti yang istimewa. Selama 2,5 tahun pertama setelah go public, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih amat bagus. Investor di bursa saham mengapresiasi tinggi kinerja keuangan ini. Desember 2012 harga saham ROTI sudah menyentuh Rp 6.400. Artinya, seharusnya Retno bisa menikmati keuntungan sekitar 400% selama 2,5 tahun, di luar pendapatan dividen dan tanpa keluar keringat.

Banyak pebisnis baru yang bernasib seperti Retno. Pada umumnya kesalahan mereka adalah terlalu percaya diri sehingga perhitungannya kurang cermat. Keberhasilan berbisnis tidak hanya ditentukan oleh kelihaian melihat peluang dan keberanian mengambil risiko, tetapi juga perencanaan yang matang dan pengetahuan (know-how) atas bisnis tersebut.

Sebuah studi kelayakan bisnis tidak harus berakhir dengan keputusan menjalankan bisnis tersebut. Dalam kasus Retno, ia tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk bersaing di bisnis bakery yang amat kompetitif.

Mereka yang menyadari kekurangan tersebut, biasanya memilih untuk berbisnis lewat waralaba. Namun tidak semua waralaba bagus. Kalaupun ada yang bagus, “harga” yang diminta pewaralaba biasanya mahal. Karena biaya waralaba dan biaya royalti tinggi, keuntungan bagi terwaralaba menjadi kurang menarik.

Bagi orang seperti Retno, mengapa tidak memilih untuk menjadi pemilik pasif (sleeping shareholder) sebuah bisnis saja? Ia bisa membeli saham-saham perusahaan publik yang bagus.

Penulis sering mengingatkan bahwa pasar modal atau bursa saham bukan sekadar sarana mendapat keuntungan singkat melalui trading saham. Ia memiliki peran mulia sebagai alat demokratisasi ekonomi. Masyarakat yang tidak memiliki cukup kemampuan, dari segi know-how dan/atau modal, untuk menjalankan bisnis punya kesempatan untuk memiliki bisnis yang bagus.

Setiap saat melihat bisnis atau perusahaan tertutup yang sangat bagus, penulis selalu membayangkan, seandainya saja perusahaan tersebut go public. Sayangnya tidak semua perusahaan yang istimewa berbaik hati membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung. Namun, setidaknya, di BEI saat ini terdaftar 458 perusahaan publik.

Tidak semua saham ini likuid dan bagus fundamentalnya. Maka dibutuhkan kecermatan dalam memilih. Namun jika kita bisa menemukan 5 hingga 10 saham yang bagus dan memegangnya erat-erat jangka panjang, hasilnya luar biasa.

Saat seminar di Prasetiya Mulya bulan lalu, Lo Kheng Hong, investor sukses, menunjukkan bahwa 50 saham berkinerja terbaik selama 2002-2012 memberikan keuntungan dari 2.072% hingga 14.593%. Ini sama saja dengan keuntungan rata-rata 26% hingga 65% per tahun, selama 10 tahun! Penulis sajikan sebagian saham tersebut di tabel di bawah tulisan ini. So, ide untuk menjadi sleeping shareholder tak terlalu buruk, bukan?

Namun mengapa baru ada sekitar 300.000 investor/trader saham di Indonesia? Penulis menduga mayoritas masyarakat kita masih berpikir bahwa investasi saham teramat berisiko. Nampaknya fluktuasi harga saham harian masih dipakai sebagai acuan risiko. Maka bagi yang jantungnya tidak kuat, lebih suka memilih untuk menjadi pebisnis langsung seperti Retno atau berbisnis via waralaba, yang ironisnya belum tentu lebih rendah risikonya.

Investor sejati seharusnya mengabaikan pergerakan harga saham jangka pendek dan lebih fokus pada ekspektasi pertumbuhan harga secara jangka panjang. Mindset “beli saham yang bagus lalu lupakan” bisa membantu kita untuk menjadi sleeping shareholder yang sukses.

No. Saham Harga 2002 Harga 2012 Imbal hasil 10 Tahun (%)
1 HEXA 49 7,200 14,594
2 UNTR 168 20,600 12,162
3 CPIN 29 3,250 11,107
4 AKRA 40 4,425 10,963
5 PANS 27 2,525 9,252
6 TINS 20 1,390 6,850
7 MYOR 308 20,550 6,572
8 ASII 173 7,750 4,380
9 PTBA 395 16,500 4,077
10 KLBF 25 970 3,780
11 INTP 615 22,400 3,542
12 HERO 110 3,475 3,059
13 SMCB 138 3,475 2,418
14 SMGR 624 14,850 2,280
15 BTPN 218 5,050 2,217

… TETAPI FASE BOBO ITU VITAL, STRATEGIS n WAJIB tidak ada perkecualian, coba simak grafik tren harga saham UNTR berikut :
tren JP untr fase2000_2013
… jika HARGA SAHAM SEDANG BEARISH (TURUN DAHSYAT), lalu ANDA TERJAGA (TIDAK BOBO), MAKA ADA GODAAN BESAR UNTUK SEGERA JUAL KARENA CEMAS HARGA SAHAM TIDAK AKAN NAEK LAGE, n TERUS-TERUSAN TURUN … sementara jika HARGA SAHAM SEDANG BULLISH (NAEK DAHSYAT), jika ANDA SEDANG TERJAGA (LIAT2 INFO HARGA SAHAM YANG SEDANG NAEK n TIDAK BOBO), maka ANDA AKAN TERGODA UNTUK BELI n BELI KARENA BERHARAP HARGA SAHAM AKAN NAEK TERUS-TERUSan, padahal kemudian bisa saja TURUN JUGA … sedang pada fase bobo yang jangka panjang, ANDA TETAP BISA MENIKMATI KEKAYAAN dari TREN HARGA SAHAM YANG POSITIF, terutama akibat ANALISIS MENDALAM terhadap saham yang bersangkutan …
… bole bandingkan dengan tren harga saham cpin berikut :
tren JP cpin  fase2008_2013

… coba sekali lage liat2 tren harga saham UNTR dan CPIN, 2 perusahaan yang menurut LO adalah perusahaan dengan MANAJEMEN bagus… pada GARIS ANGKA 1, harga saham MENDATAR selama 3 taon … sekarang pertanyaannya: jika ANDA nekad meliat-liat tren harga saham pada fase mendatar tersebut selama 3 taon, maka anda pasti JUAL DONG ya … well, berarti INVESTASI CARA MALAS (cara CERDAS) DENGAN BOBO SUDAH ANDA SENDIRI YANG GAGALKAN … berarti ada sesuatu yang membedakan ANDA dari LO, yaitu BACAANNYA tentang manajemen perusahaan tersebut, well, BALIK KE ILMU MAEN SAHAM SEDERHANA (1) khan ya … 🙂
… sila baca2 sendiri di link berikut, tren harga saham akra: tren harga saham akra : 2007-2013
… yang laen2, juga bisa dengan menuliskan nama kode saham yang bersangkutan di kotak kosong GET CHART …

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 78 pengikut lainnya

Statistik Kunjungan

  • 24,998 hits

Posting gw

Kalender Tahun Ini

Desember 2017
S S R K J S M
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Kategori

neh gw ngetwit youw

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

%d blogger menyukai ini: